Seorang Terduga Pelaku Curanmor Tertangkap Warga, Pihak Kepolisian Lakukan Penyidikan Percepat Realisasi APBD Sejak Awal Tahun, Kemendagri Turun Langsung ke Kota Sorong Ketiga kalinya Jasiman Sitorus, S.Kom., MM Terpilih kembali menjadi Ketum Sitorus Bogor Dohot Boruna Worskhop DPC AJWI, Bangun Sinergitas Dengan APWMI Dengan Memberikan Fasilitas Free Premi BPJS Bagi Peserta Pelatihan Llt Bupati Bogor Ingin Optimalkan Keberadaan Hutan Kota Pakansari Untuk Jaga Keseimbangan Ekosistem Lingkungan

Home / Jakarta

Minggu, 7 Agustus 2022 - 21:36 WIB

Purnomo Yusgiantoro Sebut Ajaran Soekarno Sangat Relevan Saat Ini dan di Masa Depan

Jakarta – Indonesia beruntung memiliki pemimpin bangsa seperti Ir. Soekarno, yang ajaran dan pemikirannya masih relevan dengan kondisi dunia kini dan masa mendatang, serta seharusnya diajarkan ke seluruh generasi anak bangsa.

Hal itu terungkap dalam peluncuran buku karya Doktor Ilmu Pertahanan yang juga Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto berjudul “Suara Kebangsaan”, yang dilakukan di Bentara Budaya, Jakarta, Minggu (7/8/2022).

Mantan Menteri Pertahanan yang juga Guru Besar Universitas Pertahanan (Unhan) RI Prof. Purnomo Yusgiantoro, Phd, mengatakan bahwa buku Hasto itu sangat baik sebagai referensi bagi anak-anak muda Indonesia untuk makin mengenal serta mencintai bangsanya.

“Saya dorong ini dibaca anak muda untuk menunjukkan identitas bangsa dan dapat lebih mencintai Indonesia,” kata Purnomo.

Di dalam tulisannya di buku itu, kata Purnomo, Hasto banyak menulis tentang Soekarno. Dia mencatat setidaknya ada 5 hal penting tentang Soekarno yang ditulis Hasto.

BACA JUGA  Kodim 1412/Kolaka Dengan Masyarakat Bahu Membahu Sukseskan TMMD Ke-115

Diantaranya adalah ketika Soekarno berbicara di sidang BPUPK dan menyampaikan pidato lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945. Lalu soal geopolitik dan geostrategi Indonesia yang disampaikan oleh Soekarno saat berpidato di Lemhannas di Mei 1965.

“Yang disampaikan Bung Karno itu sampai sekarang diajarkan di Lemhannas. Soekarno memberi landasan nation and character building,” kata Purnomo.

Hasto juga mengupas ajaran Soekarno soal Trisakti yang sempat hilang dan harus dimunculkan lagi. Baginya, Hasto luar biasa bisa mengungkap tentang ide dan gagasan Soekarno lewat tulisannya.

Hasto juga menulis tentang Soekarno yang menyampaikan pidato To Build The World a New di sidang PBB, dan disambut luar biasa oleh dunia karena menyuarakan kesetaraan hak semua negara di dunia.

“Jadi apa yang diajarkan Bung Karno dari dulu masih valid dan relevan sampai sekarang,” imbuhnya.

BACA JUGA  Humanis Itulah Hal Yang di Tunjukkan Polres Bogor, Dalam Pengamanan Unras Yang di Gelar Aliansi Buruh di Kantor Pemda Kabupaten Bogor

Hasto juga mengangkat isu kepemimpinan, lewat penjelasan mendalam mengenai kepemimpin visioner seorang Soekarno.

“Pak Hasto menulis, bahwa apa yg pernah saya sampaikan ‘seorang leader yang pemberani adalah yg bisa mengambil keputusan, tentu keputusannya ini harus terukur dan melihat resikonya’,” kata Purnomo.

Pembicara lainnya, Rektor Unhan Laksamana Madya (TNI) Amarulla Octavian, menyatakan Indonesia beruntung memiliki Soekarno sebagai founding father, yang kalibernya sekelas tokoh dunia dari Amerika Serikat dan Tiongkok.

Di buku Hasto, banyak dibahas pemikiran geopolitik Soekarno. Baginya, Soekarno adalah bapak bangsa yang punya pemikiran geopolitik dan kebangsaan yang bisa berlanjut sampai sekarang.

“Pemikiran Mao Tse Tung sampai sekarang diajarkan di sekolah di sana. Pemikiran George Washington dan John Adams masih diajarkan kepada anak-anak sekolah di Amerika Serikat. Di sini, harusnya pemikiran dan geopolitik Bung Karno itu diajarkan,” kata Amarulla.

BACA JUGA  Pelaku Perbuatan Cabul Terhadap Seorang Anak di Cibungbulang di Ungkap Polres Bogor

“Jadi ini penting sekali. Tak banyak negara di dunia ini seperti Indonesia dan Bung Karnonya,” tandas Amarulla.

Hasto sendiri hadir di acara peluncuran buku Suara Kebangsaan itu. Selain Amarulla dan Purnomo, pembicara lainnya adalah Azisoko Harmoko.

Hadir di acara itu Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Rokhmin Dahuri dan Wiryanti Sukamdani, Anggota DPR Fraksi PDIP Deddy Yevri Sitorus, Mochamad Herviano Widyatama (juga Ketua Umum BMI), dan Adian Napitupulu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Jakarta Gembong Warsono, Ketua Umum DPN Repdem Wanto Sugito.

Hadir juga Pakar Pertahanan Susaningtyas Kertopati. Juga sejumlah pengajar Unhan seperti Prof.Anak Agung Banyu Perwita dan Prof.Irdam Ahmad. Juga Wartawan Senior J Osdar serta Pemred Historia Bonnie Triyana.(red)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Halo Pa Kapolri : Nampaknya Pengusutan Kasus Penembakan Brigadir J Masih Misteri ???

Jakarta

ALUMNI GMKI DIHARAPKAN AKTIF DALAM PEMBANGUNAN

Jakarta

LaNyalla Minta Ruang Digital Bersih dari Sampah Judi Online

Jakarta

BPI KPNPA RI Dukung Kabareskrim Proses Pidana Personel yang Halangi Penyidikan Tewasnya Brigadir J

Jakarta

Sekjen Setya Kita Pancasila Menilai Brigjen Pol. Purn Budi Setiawan Paling Layak Menjadi Ketua Koni Jawa Barat

Jakarta

Puan Minta Evaluasi Sistem Belajar di Ponpes Agar Tak Terulang Kasus Kekerasan

Jakarta

Ferdy Sambo Segera Saja Diperiksa Agar Kasus Tewasnya Brigadir J Terang Benderang

Jakarta

Presiden Sampaikan Sejumlah Arahan Saat Lantik Yudo Margono sebagai Panglima TNI,