DPR Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Puan: Bagian Komitmen Selamatkan Bumi Sat Reskrim Polres Bogor Ungkap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang Berkedok Yayasan Puan Harap Anggota BPK Terpilih Perkuat Pencegahan Kerugian Keuangan Negara H.Irvan Eka Mulyana Rayakan Ulang Tahun Untuk Putri Tercinta Umat Islam Penuhi Lapangan Tegar Beriman Saat Gelaran Tabliqh Akbar Malam Cinta Rasul Menyambut Maulid Rasul

Home / Serba Serbi

Rabu, 7 September 2022 - 23:57 WIB

BPI KPNPA RI Meminta Dengan Adanya Kasus Sambo Momentum Kapolri, Untuk Bersihkan Internal Polri Secara Menyeluruh Sudah Segera Dilakukan

JAKARTA, Tubagus Rahmad Sukendar Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI ( BPI KPNPA RI ) ,meminta kepada Kapolri untuk segera membenahi institusi kepolisian

Dengan adanya Momentum Kasus Ferdy Sambo sudah seharusnya Kapolri segera melakukan perbaikan dan pembenahan secara menyeluruh dan apabila momen ini tidak dipakai untuk melakukan pembenahan dan perbaikan besar-besaran di tubuh polri, maka Polri dan bangsa ini akan sangat dirugikan untuk kedepannya.

Perbaikan menyeluruh di kepolisian sudah tidak bisa ditunda tunda lagi, dan kapolri harus bersyukur karena masyarakat masih memberikan dukungan kepada institusi Polri ,karena masyarakat masih ingin Polri yanv bersih dan profesional agar kedepan nya tidak ada lagi konspirasi yang menyimpang dari oknum dan kelompoknya di dalam penegakkan hukum yang benar dan transparan di tubuh kepolisian ini betul betul dijalankan. Ini momentumnya memperbaiki Polri secara menyeluruh

BACA JUGA  BPI KPNPA RI Minta Polri Kembali Menjiwai Tribrata Catur Prasetya Agar Marwah Tribrata Bersinar Kembali

Tubagus Rahmad Sukendar yang akrab disapa kang Tb Sukendar ini meminta kepada kepolisian, agar gelombang perbaikan yang dikehendaki masyarakat Indonesia ini dijadikan bahan dan pelajaran penting. Jangan hanya sekedar melakukan pergantian posisi semata, namun juga harus jadi komitmen bersama memperbaiki total Polri yang propesional

Karena dalam sejarah berdirinya Republik ini belum pernah terjadi Polri mengalami peristiwa yang membuat wibawa dan marwah polri menjadi hancur akibat perbuatan oknum pejabat tinggi di polri seperti ini sebelumnya. Berawal dari kasus kematian anggota Polri, Brigadir J, ternyata terungkap ke skenario rekayasa pembunuhan, bahkan sampai ‘obstruction of Justice’, yang menyeret banyak perwira tinggi dan sampai ke tingkat Kapolda.

BACA JUGA  Luncurkan Buku Suara Kebangsaan, Hasto Sajikan Substansi Berat dengan Bahasa Kerakyatan

“Karena itu, kita semua berharap dibawah Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo melakukan perbaikan secara total dan menyeluruh. Karena opini publik memperlihatkan dukungan terhadap Kapolri melakukan perbaikan itu. Jadi, kasus Sambo hingga tiga Polda terlibat ini jadi momentum perbaikan itu,” dan Kapolda harus segera mencopot jabatan Kapolda yang ada keterlibatan dalam peristiwa tewas nya Brigadir J

Kapolri harus bersikap tegas dan tidak perlu ragu lagi membersihkan di internal demi perbaikan Polri kedepan nya Karena momentum ini harus digunakan untuk perbaikan institusi Bhayangkara secara menyeluruh. Apabila momen ini tidak digunakan, maka ia khawatir kedepan akan lebih susah memperbaikinya. Karena bagaimana pun implikasinya sudah akan kemana mana.

“Saya dulu pernah mengatakan mentalitas polisi sipil ini harus diperbaiki, karena tidak bisa mentalitas polisi sipil bergaya seperti militer. Maka pendekatan kepada sipil itu yang perlu diperbaiki ujar Kang Tb Sukendar

BACA JUGA  DR Dwi Seno Wijanarko, SH., MH., CPCLE., CPA., Apresiasi Kinerja Timsus Mabes Polri Yang Membongkar Dugaan Pembunuhan Berencana Tewasnya Brigadir J

Sebelumnya, Tim Gabungan Khusus Polri sudah mendapatkan informasi terkait dugaan keterlibatan tiga Kapolda dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, tim Irsus sedang mendalami dugaan keterlibatan tiga Kapolda itu.

Namun, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, belum ada pemeriksaan oleh tim khusus, sehingga Polri meminta masyarakat untuk tidak berasumsi. Ketiga Kapolda yang diduga terkait terlibat dalam kasus Sambo itu, yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Fadhil Imran, Kapolda Sumatra Utara (Sumut) Irjen RZ Panca Putra, dan Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Afinta.(BPI Bogor/Nr)

Share :

Baca Juga

Serba Serbi

Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Karung di Sukamakmur diungkap Polres Bogor

Serba Serbi

Escape to the Caribbean for Stress-Free Holidays

Serba Serbi

Kantor ATR/BPN Kabupaten Kepulauan Yapen Bagikan 500 Sertifikat tanah di tahun 2022.

Serba Serbi

Prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Kembali Amankan 5 (Lima) Orang WNI Diduga (PMI) Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural di Jalur Tidak Resmi (JTR)

Serba Serbi

Mantan Wapres RI, Pangdam Hasanuddin dan Ustadz Das’ad Latif Jalan Santai

Serba Serbi

Mensyukuri Kemerdekaan, PKS Kota Bogor Gelar Ziarah Kebangsaan

Serba Serbi

Mukhlis Basri Gelar Senam Sicita & Makan Bakso di Kebun Tebu

Serba Serbi

Polwan Polres Bogor dan Bhayangkari Cabang Bogor Lakukan Bakti Sosial Dalam Rangka HUT Polwan Ke 74 dan HKGB Ke 70