Kejadian bencana Longsor diakibatkan Dinding Tebing Abrasi Tidak Sanggup Menahan Beban Bangunan Rumah Lestarikan Kebudayaan Sunda, DPRD Kota Bogor Bersinergi Dengan Pemkot Bogor Senator Fachrul Razi Terima Penghargaan Tokoh Nasional Inspiratif 2022 Polsek Parung Bergerak Cepat Amankan 4 Pelajar Terlibat Tawuran GSJA Wilayah VI Kabupaten Pasangkayu Menggelar Ibadah Perayaan Natal

Home / Banten

Senin, 3 Oktober 2022 - 00:29 WIB

BPI KPNPA RI Minta Kapolri Copot Kapolda Jawa Timur Dan Kapolres Malang Dianggap Gagal Amankan Liga Bola Akibatkan Ratusan Tewas di Malang

MALANG, MGA – Tubagus Rahmad Sukendar selaku Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI ( BPI KPNPA RI ) meminta kepada Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo segera mencopot Kapolres Malang dan Kapolda Jawa Timur karena dianggap gagal dalam mengamankan Pengamanan Liga Bola Nasional dan mengakibatkan ada 127 orang tewas akibat kerusuhan yang terjadi usai laga Liga 1 2022-2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

Dalam kesempatan wawancara dengan awak media Tubagus Rahmad Sukendar yang akrab disapa Kang Tb Sukendar seharus nya Kapolda Jatim dan Kapolres Malang tidak memperkenankan acara liga bola nasional yang diadakan di Malang tidak dilakukan di Malam Hari karena bisa mengakibatkan masalah , kang Tb Sukendar juga menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya ratusan orang dikanjuruhan Malang tersebut

BACA JUGA  Prodi D-IV Relasi Industri Polteknaker Gelar PKM di Cilegon dan Serang, Sosialisasikan JHT dan JKP Dalam Hubungan Industri

“Manajemen Arema FC harus bertanggung jawab penuh untuk penanganan korban baik yang telah meninggal dunia dan yang luka-luka,” ujar Kang Tb Sukendar , Minggu (2/10/2022) pagi WIB.

Kapolda Polda Jatim dan Kapolres Malang harus di copot dari jabatan nya buntut dari tragedi Kangjuruhan yang mengakibatkan 127 Orang Tewas dalam Kerusuhan Laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya

“Manajemen AREMA FC juga harus bertanggung jawab penuh dan dikenakan sanksi pidana jika nanti dari hasil Penyidikan dianggap ada kelalaian sehingga terjadi nya bentrokan Suporter Arema yang ujungnya mengakibatkan ada korban jiwa dan luka luka di Malang

BACA JUGA  Sosok Irjen Suntana Kapolda Jawa Barat Dengan Jiwa Besar Meminta Maaf Terhadap Prilaku Anggota Yang Kurang Baik Mendapat Apresiasi BPI KPNPA RI

Dan juga Kang Tb Sukendar meminta kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI ) untuk stop sementara Liga Bola Nasional akibat imbas Kerusuhan di Malang, Kang Tb Sukendar juga kepada PSSI agar Arema FC Dilarang Jadi Tuan Rumah Sepanjang Musim liga bola Nasional ini

“Kang Tb Sukendar juga menyampaikan agar Kepada keluarga korban dari pihak manajemen Arema FC harus segera memberikan santunan . Dan dari Manajemen Arema FC juga siap menerima saran masukan dalam penanganan pasca musibah agar banyak yang diselamatkan,” tutur Kang Tb Sukendar

BACA JUGA  Hari Parlemen Nasional, Puan Ajak Anggota DPR Menyatu dengan Rakyat

PSSI juga untuk segera melakukan evaluasi terkait tragedi Kangjuruhan dengan sementara waktu melarang kegiatan pertandingan sepakbola liga bola nasional agar dalam pelaksanaan liga bola nasional kedepan nya tidak ada lagi terjadi kerusuhan dan semua pihak dari Panitia Bola dalam melaksanakan acara Liga Bola Nasional juga harus mematuhi apa yang direkomendasikan Polri untuk menjadi pedoman didalam menyelenggarakan liga Bola Nasional di daerah masing- masing .tutup Kang Tb Sukendar

Share :

Baca Juga

Banten

Tokoh Ulama Banten dan Cirebon Dukung Kabareskrim Pidanakan Semua Yang Halangi Penyidikan Pembunuhan Brigadir J

Banten

TB Rahmad Sukendar Minta Kapolda Banten Segera Atensi Kasus Pemerkosaan Siswi SMP

Banten

Sosok Irjen Suntana Kapolda Jawa Barat Dengan Jiwa Besar Meminta Maaf Terhadap Prilaku Anggota Yang Kurang Baik Mendapat Apresiasi BPI KPNPA RI

Banten

Ketua Umum Front Penegak Pancasila Menyampaikan Duka Cita Mendalam Atas Tragedi Kangjuruhan Malang

Banten

Prodi D-IV Relasi Industri Polteknaker Gelar PKM di Cilegon dan Serang, Sosialisasikan JHT dan JKP Dalam Hubungan Industri