Kejadian bencana Longsor diakibatkan Dinding Tebing Abrasi Tidak Sanggup Menahan Beban Bangunan Rumah Lestarikan Kebudayaan Sunda, DPRD Kota Bogor Bersinergi Dengan Pemkot Bogor Senator Fachrul Razi Terima Penghargaan Tokoh Nasional Inspiratif 2022 Polsek Parung Bergerak Cepat Amankan 4 Pelajar Terlibat Tawuran GSJA Wilayah VI Kabupaten Pasangkayu Menggelar Ibadah Perayaan Natal

Home / Jakarta / Ruang Publik

Senin, 14 November 2022 - 12:00 WIB

BPI KPNPA RI Minta Kapolri Copot Karo SDM Polda Maluku Utara Yang Gugurkan Sulastri Irwan jadi anggota Polri

JAKARTA, (MGA) – Tubagus Rahmad Sukendar selaku Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI ,( BPI KPNPA RI ) menanggapi kasus Anak Petani Digugurkan Jadi Polwan yang menyita perhatian publik. Bahkan menuai reaksi para akademisi di Propinsi Maluku Utara. 

Mendapatkan Perhatian Tubagus Rahmad Sukendar yang akrab disapa Kang Tebe Sukendar disaat wawancara dengan awak media menegaskan kepada Kapolri untuk tidak ragu ragu segera saja copot Kombes Pol Juli Agung Pramono dari jabatan nya sebagai Karo SDM Polda Maluku Utara karena sudah dianggap gagal dalam melaksanakan seleksi rekrutmen Anggota Polri di Polda Maluku Utara

BACA JUGA  Puan Harap Anggota BPK Terpilih Perkuat Pencegahan Kerugian Keuangan Negara

Menurut Kang Tebe Sukendar Nampak sekali kinerja Karo SDM Polda Maluku Utara segera di evaluasi dan tidak usah terlalu lama Kapolri mencopot jabatan Karo SDM Polda Maluku Utara, yaitu Kombes Pol Juli Agung Pramono. 

Hal ini disampaikan Kang Tebe Sukendar dalam menyikapi kinerja Karo SDM Polda Maluku Utara telah yang dianggap lalai dalam melaksanakan tugasnya, terutama saat dalam perekrutan seleksi Diktuk Bintara Polri tahun 2022. 

“Kita semua melihat bagaimana Sulastri Irwan anak petani Kepulauan Sula yang sudah sudah mengikuti seluruh tahapan seleksi, dan dinyatakan lulus di peringkat ketiga saat pantukhir malah digugurkan ? dengan alasan batas usia,” ada apa sebenar nya yang terjadi di Polda Maluku Utara , kenapa sudah dalam tahapan seleksi akhir baru dinyatakan gugur namun tidak didalam awal seleksi seharus nya sudah di nyatakan Gugur jika memang di sebabkan karena ada batas usia

BACA JUGA  Satgas TMMD ke-115 Kodim 0612/Tasikmalaya, Korem 062/Tn Doa Bersama Dengan Warga Setempat

Karo SDM Polda Maluku Utara, Kombes Pol Juli Agung Pramono

Kang Tebe Sukendar juga menambahkan seharusnya yang bersangkutan atau anak petani itu sudah lulus, maka pihak penitia tidak boleh serta merta langsung membatalkan lalu menggatinya. 

“Itu tidak tepat, Jadi tetap saja harus diikutkan pendidikan sampai selesai

Kang Tebe Sukendar melihat kinerja dari Karo SDM Polda Maluku Utara terhadap Anak Petani yang Gagal Jadi Polwan dan Digantikan oleh Keponakan AKBP sudah tidak benar dan gagal ini harus dijadikan perhatian serius dari Kapolri

BACA JUGA  ALUMNI GMKI DIHARAPKAN AKTIF DALAM PEMBANGUNAN

Mabes Polri harus segera menyikapi dan memberikan perhatian khusus agar Kesedihan terhadap Anak Petani yang Digugurkan Menjadi Polwan Setelah Dinyatakan Lulus akan berakhir dengan bahagia

Semoga saja Kapolri Jendral.Listyo Sigit Prabowo memberikan kebijakan untuk Sulastri anak petani yang bercita cita menjadi Polwan tersebut bisa kesampaian menjadi Polwan di Polda Maluku Utara . Tutup kang Tebe Sukendar

Sumber : DPN BPI KPNPA RI

Share :

Baca Juga

Jakarta

Presiden Jokowi Lantik Muhamad Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden

Papua

Ada Apa Pleno Musda GPdl Papua, Discorsing Sampai 6 Bulan

Jakarta

Peduli Keadaan Masyarakat Sekitar, Dandim 1702/JWY Turun Langsung Dengarkan Keluhan Masyarakat

Jakarta

BPI KPNPA Ri Minta Kapolri Tunjukkan Sikap Tegas “Jargon Presisi ” Untuk Libas Habis Perjudian Dan Narkoba

Jakarta

Dr. Rieke Diah Pitaloka Tirtosudiro, M Hum Menduga Adanya Ketidak Transparan BPP BBM Dan Alokasi APBN Untuk Subsidi Energi

Jakarta

Paham Ekstremisme Masih Incar Anak Muda, Narasi Toleransi Harus Diperkuat

Jakarta

Deklarasi Garda Pemersatu Anak Negri Menggema Di Jakarta

Jakarta

Sandiaga Uno yakin Asperda mampu melewati rintangan keterpurukan Pasca Pandemi Covid 19