DPR Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Puan: Bagian Komitmen Selamatkan Bumi Sat Reskrim Polres Bogor Ungkap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang Berkedok Yayasan Puan Harap Anggota BPK Terpilih Perkuat Pencegahan Kerugian Keuangan Negara H.Irvan Eka Mulyana Rayakan Ulang Tahun Untuk Putri Tercinta Umat Islam Penuhi Lapangan Tegar Beriman Saat Gelaran Tabliqh Akbar Malam Cinta Rasul Menyambut Maulid Rasul

Home / Jakarta / Ruang Publik

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 20:48 WIB

Villiany Nadzirah Balita 18 Bulan Berjuang Melawan Penyakit Yang Dialaminya

JAKARTA – Villiany Nadzirah balita 18 bulan yang saat ini sedang berjuang melawan segala macam penyakitnya, di sebuah Rumah Sakit dikawasan Jakarta Timur, adalah anak seorang mantan TKI di Taiwan. Ibunya RS  dulu nya adalah WNIO yang bekerja di Taiwan, hingga harus melahirkan bayi dalam kandungannya didalam Toilet.Tanggal  27 Agustus 2022 

RS merupakan WNI Overstay di Taiwan, dia bekerja di Perkebunan manggis di daerah Nantan. RS melahirkan bayi kembar, namun sayang, salah satu dari bayi nya meninggal dunia saat dilahirkan. 

Mirisnya, RS tidak mengerti cara pemulangan jenazah ke Indonesia, maka dia memasrahkan keadaan pada sang majikan dan oleh majikan jenazah bayinya di kremasi di Taiwan. 

Setelah beberapa bulan melahirkan RS dan bayinya di Deportasi ke Indonesia karna dianggap telah melanggar kontrak kerja yang tidak memperbolehkan hamil selama menjadi TKI. 

BACA JUGA  Kapolres Bogor Berikan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Kenaikan Harga BBM

Sesampainya RS di Indonesia salah satu dari bayi yang masih bertahan hidup yakni, Villiany Nadzirah, sering mengalami panas tinggi hingga kejang-kejang. Meskipun begitu Villiany termasuk bayi yang lincah dan cerdas. Dapat terlihat dari Akun Tiktok sang Tante http://tiktok.com/@elvania_07, selain di Tiktok, berbagai Vidio keaktifan dan kecerdasan  Villiany dapat di lihat di YouTube 
https://youtube.com/channel/UCqOzxUsrtQGBszTTOX8MgQg. 

Villiany yang terlahir dengan kondisi lemah, karna organ vital yang bermasalah, bisa dibilang aktif di usia nya yang baru menginjak 18 bulan. Hingga 21 Agustus kemarin Villiany mengalami panas tinggi hingga kejang-kejang dalam jangka waktu yang lama kurang lebih 1 jam. 

Bersama Tante nya yang sangat menyayanginya, Villiany di bawa ke RSIA dikawasan Jakarta Timur, Villiany langsung mendapatkan respon dari tim dokter IGD dan di rawat secara intensif di Ruang PICU. 

BACA JUGA  Tok! DPRD Kota Bogor Tetapkan Pansus Raperda Perlindungan Masyarakat dari Dampak Pinjaman Online, Rentenir, dan Bank Keliling

Villiany, sempat harus di rujuk ke RS yang perlengkapannya lengkap, namun karna keterbatasan biaya, keluarga pun menolak untuk di rujuk hingga menandatangani penolakan perujukan. 

Menurut Dokter berdasarkan hasil diagnosa sementara,  Villiany Epilepticus, Elektrolit inbalance, BP, Kardiomiotapi. Menurut dokter Berlian yang menangani, Villiany masih harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut, untuk kesembuhannya, sedangkan fasilitas RS tidak memadai, hingga mengharuskan Villiany dirujuk ke RS yang lebih lengkap peralatan medisnya. 

Namun karna ketiadaan biaya, dan  ketidak mampuan ekonomi keluarga  membuat Villiany belum bisa dirujuk ke RS yang memadai. 

Sampai berita ini diturunkan, pihak keluarga masih sangat membutuhkan uluran tangan untuk bisa meringankan beban keluarga demi proses  kesembuhan Villiany. 

BACA JUGA  KPK dan Kemendagri Kumpulkan Kepala Daerah, Komisaris dan Direksi BUMD Perkuat Pembinaan, Pengawasan dan Pengelolaan BUMD

keluarga sangat membutuhkan uluran tangan agar bisa membantu kesembuhan anaknya, Mari kita bantu kesembuhan Villiany Bagi yang ingin, mendonasikan sedikit rezekinya, atau sekedar tanya tanya  tentang keadaan Villiany, bisa chat ke Ibu RS dari Villiany ke No +62812-1832-6855 dan pendamping Villiany, Haryati 085693022570. Dan dompet Peduli Villiany ke no rek  4587056533   atas nama YUHELMI  Sedikit rezeki, sangat berati untuk kesembuhan Villiany.  

Haryati mengatakan ” kami dari pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada Pihak Rumah Sakit dan Dokter yang selama ini merawat adik kecil dan mau memahami keadaaan yang ada saat ini ekonomi keluarga “.

Penulis : Nyimas Haryati

Share :

Baca Juga

Jakarta

Jabatan Kapolri Di Pertaruhkan Dalam Kasus Tewasnya Brigadir J

Jakarta

KPK dan Kemendagri Kumpulkan Kepala Daerah, Komisaris dan Direksi BUMD Perkuat Pembinaan, Pengawasan dan Pengelolaan BUMD

Jakarta

Tutup Turnamen Bola Basket Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Puan Maharani Cup 2022, Puan : Bersama Bangkitkan Prestasi Bola Basket dan Olahraga Indonesia

Jakarta

Bertemu Menteri Ekonomi Jepang, Puan Tekankan Soal Investasi Hingga Kerja Sama Teknologi

Jakarta

Dr. Rieke Diah Pitaloka Tirtosudiro, M Hum Menduga Adanya Ketidak Transparan BPP BBM Dan Alokasi APBN Untuk Subsidi Energi

Jakarta

Luncurkan Buku Suara Kebangsaan, Hasto Sajikan Substansi Berat dengan Bahasa Kerakyatan

Jakarta

Puan Minta BLT Bagi Rakyat Kecil Segera Dicairkan dan Pengalihan Subsidi BBM Tepat Sasaran

Jakarta

Percepat Realisasi APBD, Dirjen Keuangan Daerah Agus Fatoni Ingatkan Daerah Jangan Ragu Lakukan Lelang Dini, Sudah Jelas Aturannya