Bendum Nasdem : Tak Mungkin Plate Sendiri Dugaan Korupsi BTS Harus Dibongkar Percasi Kab. Bogor Siap Jadi Tuan Rumah Kejurda 2023 PPP Kab. Bogor Usung Bacaleg Milenial pada Pileg 2024 Kadis DLH : Pemkab Bogor Belum Miliki TPA Sampah Calon Pemimpin Harus Tawarkan Ide, Konsep dan Gagasan

Home / Jakarta

Sabtu, 29 Oktober 2022 - 14:34 WIB

Kang Tb Sukendar Melihat IPW Terlalu Dini Minta Polri Tak Ragu Tetapkan Ketua PSSI Jadi Tersangka Kanjuruhan

Jakarta, Jurnaliswarga.id – Tubagus Rahmad Sukendar yang akrab disapa Kang Tb Sukendar selaku Ketua Umum Barisan Pelopor Indonesia menilai apa yang menjadikan statemen dari Indonesia Police Watch (IPW) yang meminta Polri tidak ragu menetapkan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule sebagai tersangka kasus Tragedi Kanjuruhan.

Apa yang disampaikan dari Ketua Umum Indonesia Police Watch (IPW) menurut Kang Tb Sukendar adalah terlalu dini dan sepertinya terlalu jauh mencampuri yang menjadikan kewenangan dari Polri dalam melakukan proses Penyidikan tragedi Kangjuruhan

Biarkan aparat kepolisian bekerja dan jangan ada penggiringan opini membawa wacana agar Polri tidak ragu menetapkan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule dan jajaran Exco PSSI lainnya sebagai tersangka dalam kasus Tragedi Kanjuruhan.
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso meminta agar pengusutan kasus tersebut tidak berhenti hanya di enam tersangka saja.

BACA JUGA  PT ToBe Utama Indonesia Nembus Persaingan Dagang TEI

“Kang Tb Sukendar dalam kesempatan wawancara dengan awak media di rumah makan Bandar Jakarta Alam Sutera Tangerang Selatan juga meminta kepada Ketua Umum IPW tidak terlalu mempropokasi publik agar Ketua Umum PSSI ditetapkan sebagai tersangka ,kita semua harus mengkedepan azas praduga tak bersalah dan biarkan Polri bekerja Untuk mendalami peran dari Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Iwan Bule) dan jajaran Exco PSSI apakah ada dikaitkan dengan unsur pidana pasal 359 dan 360 KUHP dan bila nantinya ada terdapat fakta yang cukup bukti maka Polri pasti tidak akan ragu lagi dalam menetapkan sebagai tersangka,” jelas Kang Tb Sukendar

Gonjang ganjing terkait dengan Iwan Bule diminta mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI adalah berawal dari Menko Polhukam
Mahfud MD Sentil Iwan Bule Ogah Mundur Usai Tragedi Kanjuruhan
Dan kelihatan Sugeng selaku Ketum IPW mendukung penuh pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebut Ketua Umum PSSI harus bertanggung jawab secara hukum dan moral dalam tragedi Kanjuruhan.

BACA JUGA  Dirjen Bina Keuda Ingatkan Pemda-DPRD Perlu Sinergi, Kompak, Solid, Bahas dan Tetapkan APBD

Karenanya, ia meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak ragu untuk menetapkan Iwan Bule sebagai tersangka bila persyaratan formil dan materiil telah terpenuhi.

“Kang Tb Sukendar juga menjelaskan bahwa dirinya sangat mendukung apa yang sudah menjadi Komitmen dan janji Kapolri yang akan serius dan mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan, yang menjadi peristiwa paling kelam di sepakbola Indonesia,” jelasnya.

“Sehingga, kasusnya tak hanya berhenti dengan menetapkan enam tersangka yang terdiri dari tiga anggota Polri dan tiga orang sipil,” ungkap Kang Tb Sukendar

BACA JUGA  Satgas Pamtas Yonif 645/Gardatama Yudha Gelar Doa Bersama Awal Tahun 2023

Kalau masalah maju dan Mundur nya Ketua Umum PSSi biar diserahkan sepenuhnya kepada Exco PSSI

Dalam kasus Tragedi Kanjuruhan yang sudah mengorbankan 135 tewas dan dari polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka adalah Direktur Utama PT LIB Ahkmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris, dan Security Officer Suko Sutrisno.

Ketiganya dikenakan Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 360 KUHP dan atau Pasal 130 ayat 1 Jo Pasal 52 UU Nomor 11 Tahun 2022.

Kemudian tiga tersangka lain, yaitu Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, serta Komandan Kompi Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarman. Mereka dikenakan dengan Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 360 KUHP. (NR)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Kantibmas Kondusif Jakarta Raya Dipercayakan Penuh Kepada Kapolda Metro Jaya Dalam Tindak Tegas Premanisme dan Geng Motor

Jakarta

Percepat Realisasi APBD, Dirjen Keuangan Daerah Agus Fatoni Ingatkan Daerah Jangan Ragu Lakukan Lelang Dini, Sudah Jelas Aturannya

Jakarta

Aliansi Perdamaian dan Keadilan (ALIANSI PEREKAD) MEMBUAT SURAT TERBUKA

Jakarta

Ibu Iriana dan OASE KIM Kunjungan Kerja ke Provinsi Sumatra Selatan

Jakarta

Presiden Jokowi Kunjungi Pusat Perbelanjaan Guna Cek Aktivitas Perekonomian

Jakarta

Ketua MPR RI : Dorong Penguatan Alutsista TNI AU

Jakarta

Tak Sesuai Konstitusi, Pencopotan Fadel Muhammad Dari Wakil Ketua MPR Oleh DPD Cacat Hukum

Jakarta

Presiden Jokowi Lantik Muhamad Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden