Kejadian bencana Longsor diakibatkan Dinding Tebing Abrasi Tidak Sanggup Menahan Beban Bangunan Rumah Lestarikan Kebudayaan Sunda, DPRD Kota Bogor Bersinergi Dengan Pemkot Bogor Senator Fachrul Razi Terima Penghargaan Tokoh Nasional Inspiratif 2022 Polsek Parung Bergerak Cepat Amankan 4 Pelajar Terlibat Tawuran GSJA Wilayah VI Kabupaten Pasangkayu Menggelar Ibadah Perayaan Natal

Home / Jakarta

Selasa, 8 November 2022 - 11:23 WIB

Kang Tebe Sukendar Mendesak Kapolri Segera Tindak Lanjuti Pengakuan Ismail Bolong yang Mengaku Setor Rp 6 Miliar ke Kabareskrim Agar Tidak Menjadi Bola Liar Di Masyarakat

JAKARTA, (MGA) – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI ( BPI KPNPA RI) Tubagus Rahmad Sukendar meminta kepada Kapolri segera menindak lanjuti pengakuan sepihak dari Ismail Bolong yang menyampaikan telah memberikan setoran milyaran rupiah terhadap Kabareskrim Polri. Senin (7/11/2022)

Video Ismail Bolong menjadi viral dan mendapatkan sorotan warganet terkait bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim), dimana dalam video tersebut ada pengakuan dari Ismail Bolong yang menyerahkan uang nilai milyaran rupiah kepada Kabareskrim

Dengan viralnya video Ismail Bolong yang mengakui telah menyetor Rp 6 miliar dari hasil penjualan dan pengepulan batu bara ilegal kepada Kabareskrim Polri adalah satu tantangan bagi Kapolri dalam membenahi intitusi dari oknum Polri Nakal dan juga untuk Kapolri dapat membuktikan ada keterlibatan Petinggi Polri Dalam Bisnis Tambang Di Kalimantan Timur

Kebenaran dari Pernyataan yang dibuat Ismail Bolong tersebut perlu ditindak lanjuti Kapolri karena sudah mencoreng citra dan marwah Polri apalagi
Publik saat ini sedang menaruh perhatian penuh terhadap Kapolri dan Jajaran nya untuk sungguh sungguh membenahi di internal Polri dan jika Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo sengaja mendiamkan apa yang menjadi Video Ismail Bolong Viral dimasyarakat maka akan menjadi bola panas dan publik semakin menurun kepercayaan terhadap Polri

Tubagus Rahmad Sukendar yang akrab disapa Kang Tebe Sukendar meminta segera Kapolri menindak lanjuti viral nya video Ismail Bolong

BACA JUGA  Tubagus Rahmad Sukendar Tokoh Muda Banten Yang Lantang Copot Dan Pidanakan Ferdy Sambo

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo juga segera membentuk Tim dalam mengusut dan menindaklanjuti terkait kebenaran pengakuan Ismail Bolong, sehingga apa yang menjadi kan perhatian masyarakat terhadap Polri dapat terjawab dan hasil dari Penyelidikan ataupun Penyidikan Timsus bentukan Kapolri dapat segera dijelaskan kepada publik secara transparan tanpa ada yang harus ditutup tutupi

Tubagus Rahmad Sukendar yang akrab disapa kang Tebe Sukendar menyampaikan kepada awak media bahwa dengan viral nya Video Ismail Bolong adalah merupakan satu pembunuhan karakter dan juga pencemaran nama baik terhadap diri pribadi serta keluarga Komjen Pol Agus Andriyanto selaku Kabareskrim, sosok jendral yang tanpa banyak bicara dalam bekerja telah berhasil mengungkap kasus Ferdy Sambo DKK

Kang Tebe Sukendar juga menegaskan jika yang dibuat didalam Video tersebut tidak benar dan hanya rekayasa Ismail Bolong maka semua itu harus dipertanggung jawabkan oleh Ismail Bolong karena sudah membuat gaduh publik dan mencemarkan nama baik Kabareskrim Polri

Kang Tebe Sukendar juga sangat mengecam terhadap yang menunggah video tersebut ke medsos sehingga apa yang seharusnya menjadi satu kewenangan Penyidik Polri dalam mendalami untuk mengungkap permasalahan yang diduga melibatkan Petinggi Polri sudah menyebar dan menjadikan konsumsi publik beredar luas berita sangat dahsyat di masyarakat

Seperti diketahui Yaitu pada bulan September 2021 melakukan penyetoran sebesar Rp 2 miliar, bulan Oktober 2021 sebesar Rp 2 miliar, dan bulan November 2021 sebesar Rp 2 miliar,” ujar Ismail Bolong.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Lantik Muhamad Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden

Lalu siapakah sosok Ismail Bolong?
Dalam video tersebut, Ismail Bolong mengatakan jika ia bekerja sebagai pengepul batu bara ilegal di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim yang masuk wilayah hukum Polres Bontang.

Kegiatan ilegal tersebut dilakukan sejak Juli 2020 sampai November 2021. Dalam kegiatan tersebut, Ismail Bolong mengaku mendapat keuntungan sekitar Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar setiap bulannya.

Sementara itu informasi lain menyebut Ismail Bolong berprofesi sebagai pengusaha tambang dan ternyata Ismail Bolong adalah mantan anggota polisi.

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan Ismail Bolong sebelumnya adalah anggota kepolisian di wilayah hukum Polda Kaltim.

Tetapi Yusuf mengaku belum mengetahui secara pasti apakah Ismail Bolong telah resmi mengundurkan diri atau belum.

“Setahu saya dia sudah mengundurkan diri, tapi step-nya sudah keluar atau belum masih kami kroscek,” ungkapnya, Sabtu (5/11/2022).

Sementara itu, Kapolres Samarinda, Kombes Ary Fadli, mengungkapkan Ismail Bolong pernah bertugas di Polresta Samarinda.

Jabatan terakhir yang diemban Ismail Bolong adalah Aiptu. Menurut Ary, Ismail Bolong mengundurkan diri karena ada urusan keluarga.

“Pangkatnya terakhir itu Aiptu. Katanya karena urusan keluarga. Tapi kami pastikan dia sudah keluar dari Polri,” katanya.

Sementara itu setelah video pernyataan tersebut viral di media sosial, muncul video permintaan maaf dari Ismail Bolong terkait pernyataan mengenai penyerahan uang tambang.

BACA JUGA  Garjas Periodik Pamen dan Pama Madivif 2 Kostrad

Ia mengatakan video awal yang viral direkam dalam kondisi tertekan di sebuah hotel di Balikpapan. Dia juga menyatakan tak mengenal perwira tinggi yang dimaksud, termasuk tak ada penyerahan uang seperti yang sempat ia katakan.

Didesak untuk usut tuntas
Terkait video Ismail Bolong, Koalisi Masyarakat Sipil Kalimantan Timur yang terdiri dari sejumlah akademisi, organisasi non-pemerintah, dan warga sipil angkat bicara mendesak kepolisian serius menangani kejahatan lingkungan tambang ilegal.

Perwakilan koalisi Herdiansyah Hamzah mengemukakan, publik telah lama menduga adanya keterlibatan aparat dalam kejahatan tambang ilegal.

“Kabar mundurnya Ismail Bolong sebagai anggota kepolisian bukan berarti kasus ini berhenti. Atas nama hukum dan keadilan, hukum harus ditegakkan,” ungkap Kang Tebe Sukendar

BPI KPNPA RI juga mendesak kepolisian segera mengungkap kasus ini hingga ke akarnya. Sebab ada pula dugaan bahwa tambang ilegal ini dijalankan secara bersama-sama.

Tak hanya itu, kang Tebe Sukendar juga meminta adanya reformasi di tubuh kepolisian segera saja dilakukan dengan cepat

“Dan reformasi tersebut hanya bisa dimulai dengan cara membersihkan anggota-anggota nya terlebih dulu yang selama ini sudah merusak Citra Polri di masyarakat

Masih banyak Polisi Baik yang dapat menjaga amanah masyarakat dan juga menjaga Citra dan Marwah Polri jadi Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo tdk usah ragu ragu lagi dan segera menindak lanjuti Viralnya Video Ismail Bolong.

Sumber : DPN BPI KPNPA RI

Share :

Baca Juga

Jakarta

Bakal Calon Bupati Luwu Utara Saltima Ri’Pi Tangjong Mendapat Pin Emas dan sertifikat Usai Mengikuti Pelatihan Lemhanas RI

Jakarta

Pemantau Keuangan Negara Nilai Oknum Komisi Informasi Bersikap Arogansi

Jakarta

Warga Kampung Sawah RW 11 Gelar Aksi Damai Menuntut Hak dan Keadilan

Jakarta

Kang Tb Sukendar, Apa Ada Yang Salah Dari Iwan Bule !!! Mengapa Harus Dimundurkan dari Ketua PSSI

Jakarta

Kementerian Agama RI Telah Melantik Dirjen Bimas Kristen Yang Baru

Jakarta

Pemerintah Daerah Dukung Film “Holy Prostitution” Sosialisasikan Anti Trafficking  

Jakarta

Puan Harap Anggota BPK Terpilih Perkuat Pencegahan Kerugian Keuangan Negara

Jakarta

Indonesia Award Magazine Pilih Ibu Erlinda Rachman SH.MH Sebagai Sosok Panutan Senior Inspiratif