Sat Reskrim Polres Bogor Ungkap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang Berkedok Yayasan Puan Harap Anggota BPK Terpilih Perkuat Pencegahan Kerugian Keuangan Negara H.Irvan Eka Mulyana Rayakan Ulang Tahun Untuk Putri Tercinta Umat Islam Penuhi Lapangan Tegar Beriman Saat Gelaran Tabliqh Akbar Malam Cinta Rasul Menyambut Maulid Rasul Perlu di Pertanyakan Kwalitasnya? Belum Selesai Dibangun, Ruas Betonisasi Jalan Karadenan – Pomad Sudah Retak dan Patah?

Home / Jakarta

Kamis, 28 Juli 2022 - 14:48 WIB

Ketua Umum BPI KPNPA RI Minta Polri Kedepankan Transparansi Penyidikan Dan Profesionalisme

JAKARTA, Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara ( BPI KPNPA RI ) Tubagus Rahmad Sukendar menyikapi penyelesaian kasus tewasnya Brigadir Yosua Hutabarat di rumah Irjen Ferdy Sambo merupakan tantangan berat bagi Polri dalam menjaga citra nya yang semakin menurun akibat lambatnya dalam penuntasan kasus tewasnya Brigadir J, 27/07/2022

Apalagi bola liar semakin panas bergulir di masyarakat dan ini ujian bagi Polri dalam segera untuk menuntaskan dengan cepat agar kasus nya tersebut menjadi semakin terang benderang , sehingga Polri tidak lagi mendapat hujatan masyarakat.

BACA JUGA  BPI KPNPA Ri Minta Kapolri Tunjukkan Sikap Tegas "Jargon Presisi " Untuk Libas Habis Perjudian Dan Narkoba

Kapolri sudah membentuk ” Tim Khusus Internal Polri ” dalam mengungkap kasus polisi tembak polisi di rumah Irjen Ferdy Sambo ,semuanya ini harus bisa dihadirkan dengan benar dan transparan agar bisa menyelamatkan marwah institusi Polri dari hujatan masyarakat

Kang Tb Sukendar juga menambahkan terkait dengan kasus tewasnya Brigadir J yang disebut ditembak oleh Bharada E sudah menjadi perhatian masyarakat luas karena terjadi di rumah petinggi Polri dan ini semua harus bisa dapat diungkap dengan cepat serta tidak ada lagi rekayasa

BACA JUGA  Buntut Tenaga Kerja Outsourcing Tak dapat pesangon, BPI KPNPA RI akan Kordinasi dengan KPK, Kejaksaan & Kepolisian Republik Indonesia

Apalagi, banyak kejanggalan yang ditampilkan oleh pihak Polri. Di antaranya, ditutup rapatnya kasus selama tiga hari sejak Jumat 8 Juli 2022 hingga Senin 11 Juli 2022. Lalu, hilangnya HP Yosua dan rusaknya CCTV di lokasi menjadi pertanyaan seluruh pihak.

“Oleh karena itu, setiap anggota tim harus mempertanggung jawabkan sumpahnya selaku bhayangkara negara untuk benar-benar konsisten dalam menegakkan hukum sesuai fakta sebenarnya,” ungkapnya

Ia mengingatkan bahwa Presiden Jokowi setidaknya sudah tiga kali mengingatkan kepada Kapolri bahwa kasus itu jangan ditutup-tutupi, diproses hukum dan terbuka.

BACA JUGA  Sikap Tegas Jaksa Agung Tegakkan Integritas , Kembali Angkat Marwah Kejaksaan

“Menurut BPI KPNPA RI ” seluruh Anggota Polri Harus Dapat Menjaga marwah institusi Serta dapat menjaga kepercayaan publik dan ini semua harus dilakukan secara benar dan transparan oleh para senior-senior anggota Polri.

Utamanya, yang masuk didalam jajaran Tim Khusus Internal bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” harus bisa menghadirkan kejadian yang sebenar nya dan tidak ada direkayasa maka kepercayaan publik akan kembali tumbuh terhadap Polri , ini yang ditunggu dan di nantikan publik . Tutur Kang Tb Sukendar (BPI Bogor)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Indonesia Award Magazine Pilih Ibu Erlinda Rachman SH.MH Sebagai Sosok Panutan Senior Inspiratif

Jakarta

Dana APBN Subsidi Energi Naik Tiga Kali Lipat: Harga BBM Bersubsidi Malah Naik?

Jakarta

Pemerintah Daerah Dukung Film “Holy Prostitution” Sosialisasikan Anti Trafficking  

Jakarta

Sudirman D’Hurry Pimpin Perayaan HUT TP Sriwijaya & Srikandi TP Sriwijaya dengan Potong Tumpeng & Tabur Bunga

Jakarta

Dr. Rieke Diah Pitaloka Tirtosudiro, M Hum Menduga Adanya Ketidak Transparan BPP BBM Dan Alokasi APBN Untuk Subsidi Energi

Jakarta

Tutup Turnamen Bola Basket Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Puan Maharani Cup 2022, Puan : Bersama Bangkitkan Prestasi Bola Basket dan Olahraga Indonesia

Jakarta

Terkait KRI Dewaruci, KSAL Apresiasi Peran Megawati

Jakarta

Luncurkan Buku Suara Kebangsaan, Hasto Sajikan Substansi Berat dengan Bahasa Kerakyatan