DPR Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Puan: Bagian Komitmen Selamatkan Bumi Sat Reskrim Polres Bogor Ungkap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang Berkedok Yayasan Puan Harap Anggota BPK Terpilih Perkuat Pencegahan Kerugian Keuangan Negara H.Irvan Eka Mulyana Rayakan Ulang Tahun Untuk Putri Tercinta Umat Islam Penuhi Lapangan Tegar Beriman Saat Gelaran Tabliqh Akbar Malam Cinta Rasul Menyambut Maulid Rasul

Home / Yogyakarta

Minggu, 14 Agustus 2022 - 18:37 WIB

Kirap Prosesi Agung Wilujengan Nagari Kiblat Papat Menjadi Puncak Acara di Keraton Surakarta Hadiningrat

Yogyakarta, Rangkaian acara balas budi Ketua GNRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) yang digagas Sinuwun Paku Buwono XII duapuluh tahun silam, untuk pertama kalinya dikenang dengan memapar hajat besarnya yang menandai langkah awal menjalin persaudaraan Spiritual Bangsa-bangsa dan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 di Ndalem Purwa Hamijayan, Keraton Surakarta Hadiningrat Jawa Tengah, Sabtu – Minggu 13 – 14 Agustus 2022.

Acara dibuka dengan diawali pembagian 500 sembako sebagai berkat kepada bagi warga masyarakat sekitar yang dihadiri langsung Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati (KGPHA) Dipokusumo dan kerabat serta sahabat serta Dewan Pendiri GMRI, Profesor. KH. Habib Chirzin, Drs. KH.Muhamad Ghufron Sembara, Kanjeng Astana, Romo Dipo, Teuku Chandra, Dewa Made Sutiyasa, Fadjar Adhy Nugroho, Subekti Ardianto bersama Slamet dari Vihara Damma Sundara, Joko Sarjonono Kanwl Kandepag, dan wakil Kapolda Jawa Tengah serta tokoh masyarakat serta keagamaan.

BACA JUGA  Suksesnya Pameran Kendaraan Listrik PEVS 2022 " Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta Berikan Apresiasi

Sebagai sahibul hajat, Eko Sriyanto Galgendu mengatakan bahwa acara ini sebagai bentuk rasa syukur juga menandai langkah besar GMRI untuk mewujudkan cita-cita Susuhunan Paku Buwono XII terus menggaungkan pesan spiritual untuk perdanaian bangsa-bangsa di dunia.

BACA JUGA  Cek Persiapan Sidang Tahunan DPR, Puan Ungkap Makna Penggunaan Ornamen Batik Khas Yogyakarta

Acara ini juga sebagai ekspresi balas budi Eko Sriyanto Galgendu kepada Sinuwun Paku Buwono XII yang mewasiatkan bersama Gus Dur, KH. Habib Chirzin dengan sejumlah tokoh nasional dan keagamaan yang tertuang secara formal dalam akte notaris 2003.

Dan hajat ini bagi GMRI dimaksudkan sebagai tekad menyenggarakan pertemuan besar perdamaian spiritual bangsa-bangsa dunia yang telah direstui oleh Dewan Pendiri GMRI KH. Habib Chirzin agar dapat segera terwujud dalam waktu dekat di Indonesia, mulai dari Jajarta, Yogyakarta dan Bali.

Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati Dipokusumo memberi dukungan dan semangat sepenuhnya dengan mengurai hubungan mesra dan guyup antara Dewan Pendiri GMRI dengan pihak Keraton Surakarta Hadiningrat hingga ziarah ke makam para leluhur.

BACA JUGA  Komisi II DPRD Kota Bogor Sosialisasikan Perda Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro

Karena gagasan GMRI dicetuskan Sinuwun Paku Buwono XII di Universitas Sebelas Maret Surakarta pada 25-an tahun silam hingga terus berproses sampai sekarang.

Kirap Prosesi Agung Noto Wilujengan Nagari Kiblat Papat jadi puncak acara pagi Minggu, 14 Agustus 2022, tandas Eko Sriyanto Galgendu. Adapun maksud dari prosesi agung adalah do’a dan sesaji, agar bangsa dan negara Indonesia.(NR)

Share :