Seorang Terduga Pelaku Curanmor Tertangkap Warga, Pihak Kepolisian Lakukan Penyidikan Percepat Realisasi APBD Sejak Awal Tahun, Kemendagri Turun Langsung ke Kota Sorong Ketiga kalinya Jasiman Sitorus, S.Kom., MM Terpilih kembali menjadi Ketum Sitorus Bogor Dohot Boruna Worskhop DPC AJWI, Bangun Sinergitas Dengan APWMI Dengan Memberikan Fasilitas Free Premi BPJS Bagi Peserta Pelatihan Llt Bupati Bogor Ingin Optimalkan Keberadaan Hutan Kota Pakansari Untuk Jaga Keseimbangan Ekosistem Lingkungan

Home / Bogor

Sabtu, 30 Juli 2022 - 20:15 WIB

Pasca Banjir Bandang Petani Sering Alami Gagal Panen Akibat Pasokan Air Berkurang, Warga Harapkan Normalisasi Bendungan Sendung

Bogor, Pasca banjir bandang yang pernah terjadi di aliran sungai Cidurian pada awal tahun 2020. Nyatanya masih saja menyimpan kesedihan yang amat mendalam.

Kesedihan kali ini datang dari Kelompok Tani Sangkuriang yang sering mengalami gagal panen akibat kekurangan pasokan air dari sungai Cidurian. Hal tersebut dikarenakan saluran air yang mengalir ke Bendungan Sendung tertutup bebatuan dan pasir.

Seperti dikatakan Ketua Kelompok Tani Sangkuriang Yudi Murnawan
sudah sering bergotong-royong
membuka sodetan agar air bisa mengalir ke Bendungan Sendung.

BACA JUGA  Group Media PT.Ajwi Mengucapkan Selamat merayakan Natal 2022 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 2023

“Kita sih sudah sering sebenarnya, mungkin sudah 2 tahun, selama ini kita hanya perawatan saja, sempat ada bantuan dari UPT Jasinga dan
Yayasan Asefurohim menurunkan
alat berat berupa beko kecil, tetapi
belum maksimal sih,” kata Yudi kepada wartawan di lokasi, Sabtu (30/7/2022).

Selain itu, kegiatan gotong-royong ini dilakukan seminggu sekali secara swadaya dan dibantu oleh Desa dan Yayasan.

“Seminggu sekali, swadaya dari kelompok, kemudian kita dibantu dari Desa Setu sama Yayasan Asefurohim,” kata Yudi menambahkan.

BACA JUGA  Kepala Desa Sukawening Laksanakan Giat Evaluasi Untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Sementara Yudi meminta agar Bendungan Sendung segera dinormalisasi.

“Betul, Bendungan Sendung ini harus segera dinormalisasi karena bendungan irigasi ini mencakup 5 Desa dan 2 Kecamatan,” sebutnya.

Yudi menjelaskan, Desa Argapura masuk Kecamatan Cigudeg, sedangkan Desa Setu, Sipak, Jasinga dan Kalongsawah masuk Kecamatan Jasinga.

Lanjut Yudi, berdasarkan catatan yang ditulis oleh Belanda, Sendung ini mengalir 610 Hektar yang teraliri dari Sendung ini.

“Belanda menulisnya 610 Hektar yang teraliri dari Sendung ini, cuman baru lihat sekarang tuh ada sekitar 500 hektar lebih ya. Menurutnya, dari segi petani, jelas kita membutuhkan (air), kita sangat terganggu kalau tidak ada airnya,” jelasnya.

BACA JUGA  Konsolidasi Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Sektor Cibinong

Kemudian dari mitigasi bencana pun kalau ini dibiarkan terus akan terjadi banjir bandang lagi, seperti tahun – tahuan sebelumnya itu.

Terakhir, Yudi menyampaikan berbicara kerugian, dirinya bersama dengan kelompok sering mengalami kerugian.

“Sering pak, sering, kalau kerugian nominal saya kurang begitu paham juga karena aga luas. Secara materi petani dirugikan,” kata Yudi mengakhiri.(red)

Share :

Baca Juga

Bogor

Proses Lelang Pekerjaan Fisik di Kabupaten Bogor Diduga Telah Diatur Pemenangnya

Bogor

Putra Wakil Pemimpin Salah Satu Media Di Kabupaten Bogor Lahir Dengan Selamat

Bogor

Pelaku Pencurian Yang Mengaku Sebagai Gangster, di Ungkap Polsek Ciampea Polres Bogor

Bogor

Seorang Remaja di Tusuk OTK di Sukaraja Bogor, Pihak Kepolisian Lakukan Penyelidikan

Bogor

Selain Infrastruktur, Kang Atang Ingatkan Pentingnya Pembangunan SDM dan Ekonomi di Musrenbang Bogor Utara

Bogor

Dalam Rangka Peringatan Hari Santri Nasional, IDMI Bogor Raya Gelar Tabligh Akbar Dramaga Bersholawat

Bogor

Jasad Pria Paruh Baya di Temukan di Aliran Sungai Cidurian Cigudeg, Pihak Kepolisian Lakukan Olah TKP

Bogor

Potensi Bendungan Sukamahi sebagai Destinasi Wisata di Kabupaten Bogor