Sat Reskrim Polres Bogor Ungkap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang Berkedok Yayasan Puan Harap Anggota BPK Terpilih Perkuat Pencegahan Kerugian Keuangan Negara H.Irvan Eka Mulyana Rayakan Ulang Tahun Untuk Putri Tercinta Umat Islam Penuhi Lapangan Tegar Beriman Saat Gelaran Tabliqh Akbar Malam Cinta Rasul Menyambut Maulid Rasul Perlu di Pertanyakan Kwalitasnya? Belum Selesai Dibangun, Ruas Betonisasi Jalan Karadenan – Pomad Sudah Retak dan Patah?

Home / Jakarta

Kamis, 4 Agustus 2022 - 11:58 WIB

Pemerintah Daerah Dukung Film “Holy Prostitution” Sosialisasikan Anti Trafficking  

Jakarta, Film Dokumenter Holy Prostitution melakukan road show sosialisasikan anti Trafficking. Film yang mengangkat fenomena kawin kontrak nikah mut’ah ini telah memulai road show pemutaran film Holy Prostitution.

Tempat pertama yang dipilih untuk pemutaran film ini adalah di Kecamatan Cigombong, Bogor (Jawa Barat), Sabtu (30/7/2022). Dalam acara ini dihadiri lebih dari 200 peserta remaja dan orang dewasa. Acara ini juga didukung oleh Kepala Desa, Danramil, Kapolsek, Perwakilan MUI Cigombong, Pesantren Al-Muhajir.

Road Show ini akan berlangsung di 6 tempat di Kabupaten Bogor, khususnya di area Puncak dan sekitarnya yang merupakan tempat dimana fenomena ini perlu disosialisasikan.
 
Pimpinan Pesantren Al-Muhajir, Ust. Jalaludin, mengatakan sangat senang dan terhormat bahwa pesantren Al-Muhajir dapat ikut mempromosikan film Holy Prostitution ini kepada adik-adik perempuan dan laki-laki dan para guru untuk edukasi kawin mut’ah agar tidak dicontoh dan dilakukan.
 
Kapolsek Cijeruk-Cigombong, Bogor Kompol Sumijo, SH., MH dalam sambutannya mengatakan scara sosialisasi dan edukasi film Holy Prostitution ini adalah misi kemanusiaan. Perdagangan manusia dalam kedok perkawinan suci, perkawinan kontrak secara islam disebut kawin Mut’ah haram hukumnya.

BACA JUGA  Bahagiakan Anak-anak Di Papua, Ternyata Satgas Pamtas Yonif 711/Rks Lakukan Ini

“Saya mengucapkan terimakasih karena telah memberikan sajian dokumenter ini untuk menginspirasi, mengedukasi apa dampak dari kawin mut’ah. Kawin mut’ah bukan untuk dicontoh kawin kontraknya tapi edukasi bahwa ini tidak boleh di lakukan di manapun. Saya harap nikah mut’ah ini dapat dihentikan secara total,” ungkap Kompol Sumijo.
 
Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cigombong Ust. Kakan Sukandi menambahkan kawin kontrak ini tentu adalah pembelajaran buat kita. Mengedukasi kita bahwa bukan untuk dicontoh.

“Ini adalah fenomena yang ada dan tidak boleh kita tiru baik dalam sisi syariat islam maupun hukum positif di Indonesia. Film Holy Prostitution ini sangat penting dan bermanfaat untuk masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya,” ungkap Kakan Sukandi.

Ia berharap agar film ini dapat terus dipergunakan sebagai sarana edukasi ke wilayah-wilayah yang terdampak langsung maupun tidak langsung oleh fenomena kawin kontrak atau yang juga dikenal dengan nikah mut’ah.

BACA JUGA  Komisi IV DPRD Kota Bogor Sosialisasikan Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren

“Kami merekomendasikan film ini untuk dapat terus diputar dan memberi inspirasi,” bebernya.
 
Film dokumenter karya Princess Natasha Dematra dan Princess Cheryl Halpern ini mengangkat fenomena nikah mut’ah atau kawin kontrak yang marak ada di Indonesia dan di beberapa tempat di dunia.

Princess Cheryl Halpern sendiri merupakan seorang sutradara senior asal Amerika Serikat yang kerap membuat film tentang kemanusiaan dan telah memenangkan ratusan penghargaan internasional. Sedangkan Princess Natasha Dematra sendiri merupakan pemegang rekor dunia sutradara perempuan termuda di dunia yang diraihnya ketika berumur 11 tahun.
 
“Mari bersama-sama kita berantas fenomena kawin mut’ah ini. Fenomena ini merugikan perempuan dan merusak generasi muda kita. Saya harap dengan dilakukannya road show ini, dapat memberikan perubahan dan membantu memberantas fenomena ini bersama-sama,” ucap Princess Natasha Dematra.
 
Agak berbeda dengan dokumenter pada umumnya, ungkap Natasha, film dokumenter ini dikombinasikan dengan adegan reneactment dari kejadian nikah mut’ah yang dikisahkan oleh sang gadis yang menjadi narasumber dimana kisah nikah mut’ah di Puncak, Bogor tersebut diangkat.
 
Film dokumenter ini juga menghadirkan investigasi langsung di lapangan dengan teknik menyamar dan kamera tersebunyi lainnya.

BACA JUGA  Hasto dan Pimpinan PDIP Ziarah ke Makam Tjahjo Kumolo

Sedangakan film ini diproduksi oleh rumah produksi  besar di Amerika Serikat yaitu, HQ Creative dan Queen of Sheba Foundation.

Sementara Princess Cheryl Halpern menyatakan  film Holy Prostitution telah meraih penghargaan Best Film dari festival film bergengsi Asia Pacific International Filmmaker Festival & Awards dan juga meraih penghargaan Film Edukasi Terbaik di Mumbai International Film Festival di India.

Dalam acara road show perdana film Holy Prostitution ini turut dihadiri oleh para narasumber diantaranya, Pangeran KPH Adipati Dr. Damien Dematra, Abah Ukam, Ust. Kakan Sukandi, Bapak AZ Basuni, Rona Rahmawati SH & Doctor Dedy ( Praktisi Hukum), Kepala Desa Gadog Kec. Megamendung, Kompol Sumijo, SH., MH, Ustadz Kakan Sukandi, S.Ag, Teguh Darmawansyah, S.ST, Ust. Jalaludin dan lainnya.

Sumber : DPP AJWI

Share :

Baca Juga

Jakarta

Tubagus Rahmad Sukendar Tokoh Muda Banten Yang Lantang Copot Dan Pidanakan Ferdy Sambo

Jakarta

Bakal Calon Bupati Luwu Utara Saltima Ri’Pi Tangjong Mendapat Pin Emas dan sertifikat Usai Mengikuti Pelatihan Lemhanas RI

Jakarta

Ahli Pidana Dr. Dwi Seno Wijanarko di hadirkan oleh Babinkum TNI di Pengadilan Militer II-08 Jakarta

Jakarta

Buntut Tenaga Kerja Outsourcing Tak dapat pesangon, BPI KPNPA RI akan Kordinasi dengan KPK, Kejaksaan & Kepolisian Republik Indonesia

Jakarta

Halo Pa Kapolri : Nampaknya Pengusutan Kasus Penembakan Brigadir J Masih Misteri ???

Jakarta

Hanasui Hadirkan Power Serum sebagai Sahabat Kulit Cantikmu

Jakarta

DPP BPI KPNPA RI Apresiasi Kapolri Copot Dan Amankan Jenderal yang Hambat Penyidikan Kasus Brigadir J

Jakarta

KPK dan Kemendagri Kumpulkan Kepala Daerah, Komisaris dan Direksi BUMD Perkuat Pembinaan, Pengawasan dan Pengelolaan BUMD