Polsek Cibinong Bergerak Cepat Bubarkan Gerombolan Pelajar Bawa Sajam Hadiri Diskusi Publik Pekan HAM Kota Bogor, JM Ajak Partisipasi Masyarakat Jalankan Perda Perlindungan Disabilitas Peduli Korban Cianjur, DPRD Kota Bogor Salurkan Bantuan Melalui PWI dan Gerakan Anak Negeri Bertemu Pimpinan Parlemen Qatar, Puan Dorong Peningkatan Investasi di RI Presiden Jokowi Pastikan Pembangunan Rumah Warga Relokasi Gempa Cianjur Dimulai

Home / Ruang Publik / Semarang

Sabtu, 8 Oktober 2022 - 08:27 WIB

Politisi

Semarang, MGA – Bak gong pembuka sebagai ‘early’ tahun politik menuju 2024, Surya Paloh mendeklarasikan Anies Baswedan jadi capres 2024 pilihan Nasdem beberapa hari lalu.

Masyarakat Indonesia seperti melihat panggung teater yang telah dimulai tertata dan disorot lampu.
Aktor-aktor politik segera beradu ilmu dan kekuatan di sana.

Realita(s) gerak politik Indonesia menjelang 2024 sangat dinamis.
Bagaimana ketegangan kubu Puan vs kubu Ganjar di PDIP.
Bagaimana proses saling pendekatan antara Nasdem, PKS dan Demokrat.
Bagaimana signal-signal keeratan PKB dan Gerindra.
Dan seterusnya, dan sebagainya.

BACA JUGA  Sinode GPIAI Gelar Sidang Munaslub di Salatiga

Ucapan, janji, komitmen yang merupakan pancaran integritas dan karakter masing-masing politisi (beserta orang-orang dekat di sekitarnya) yang tampil di panggung politik menjadi pendidikan politik nyata bagi khalayak, khususnya kaum muda. Tontonan ini jauh lebih kuat pesannya daripada kelas-kelas perkuliahan ilmu politik yang diadakan di kampus.

Dalam panggung politik, penonton digoda oleh setiap mereka (para politisi) untuk menjatuhkan hati dalam keberpihakan.

BACA JUGA  Kecamatan Gunung Putri Raih Penghargaan SAPAWARGA AWARDS dan DESA DIGITAL AWARDS Provinsi Jawa Barat

Penonton yang cerdas bisa membedakan antara politisi yang
protagonis dan antagonis.
Tapi penonton yang tak banyak perhatian, akan kesulitan memilahnya.

Pendidikan politik terus berjalan tanpa bisa direm.
Melalui kegerakan para politisinya.
Semoga mereka bisa meninggalkan legacy yang baik dan mulia kepada generasi muda, tentang politik Indonesia.

Terima kasih untuk para politisi yang memberi kuliah nyata dalam berpolitik, dan seakan berseru “Inilah politik. Seni memperoleh kekuasaan dan mempertahankannya!”

BACA JUGA  Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty Menerima Kunjungan KJRI Kucing dan Tim SDMC Sarawak Malaysia

Wai para politisi, di tangan Andalah gradasi hitam putih politik Indonesia menjadi kuliah dan warisan nyata bagi negeri ini.

Ah… menjelang akhir tulisan ini, kok jadi kebayang wajah-wajah para politisi Indonesia.
Seperti Fadli Zon, Fahri Hamzah, Anies Baswedan, Surya Paloh, Muhaimin Iskandar, AHY dan lain-lainnya. Mereka adalah para politisi yang turut memahat warna politik negeri ini.

Penulis : Setio Boedi

Share :

Baca Juga

Semarang

Presiden Tiba di Semarang Hadiri Peringatan HUT Ke-77 PGRI

Ruang Publik

Diduga PT KTB di Batu Bara Tak Salurkan Uang Pesangon Karyawan

Ruang Publik

Garda Garuda KITA Resmi Dibentuk, Camelia Lubis: Ruang Positif bagi Para Pemuda Negeri

Jakarta

Villiany Nadzirah Balita 18 Bulan Berjuang Melawan Penyakit Yang Dialaminya

Ruang Publik

Tangkal Ancaman Polarisasi Bangsa, TNI AD Gelar Bincang-Bincang Kebangsaan

Jakarta

Road Show Ketum BPI KPNPA RI Kunjungi Polda Sulsel Dan Polda Sulbar Sikapi Adanya Aduan Masyarakat

Ruang Publik

PILKADA SEPTEMBER UNTUK SIAPA ?

Jakarta

Hanasui Hadirkan Power Serum sebagai Sahabat Kulit Cantikmu