Sat Reskrim Polres Bogor Ungkap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang Berkedok Yayasan Puan Harap Anggota BPK Terpilih Perkuat Pencegahan Kerugian Keuangan Negara H.Irvan Eka Mulyana Rayakan Ulang Tahun Untuk Putri Tercinta Umat Islam Penuhi Lapangan Tegar Beriman Saat Gelaran Tabliqh Akbar Malam Cinta Rasul Menyambut Maulid Rasul Perlu di Pertanyakan Kwalitasnya? Belum Selesai Dibangun, Ruas Betonisasi Jalan Karadenan – Pomad Sudah Retak dan Patah?

Home / Serba Serbi

Sabtu, 6 Agustus 2022 - 00:01 WIB

Prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Kembali Amankan 5 (Lima) Orang WNI Diduga (PMI) Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural di Jalur Tidak Resmi (JTR)

SAMBAS, KALBAR − Pos Koki Sajingan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gty kembali amankan 5 (Lima) orang WNI yang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural yang menggunakan Jalur Tidak Resmi (JTR)/jalan tikus sektor kanan PLBN Aruk, desa. Sebunga Kec. Sajingan Besar Kab. Sambas Kalimantan Barat. Rabu, (3/08/2022)
Hal ini diungkapkan Dansatgas Yonif 645/Gty Letkol Inf Hudallah, S.H., mengungkapkan dalam keterangannya tertulis di Makotis Gabma Entikong, Kab. Sanggau. Bahwa 5 (Lima) orang WNI yang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut diberhentikan, diperiksa dan diamankan saat melewati Jalur Tidak Resmi (JTR)/jalan tikus sektor kanan PLBN Aruk oleh Tim Patroli Pos Koki Sajingan Satgas Pamtas Yonif 645/Gty dipimpin Serda Aprija Alle beserta 4 (Empat) orang Anggota. Ujar Dansatgas

BACA JUGA  Mukhlis Basri Gelar Senam Sicita & Makan Bakso di Kebun Tebu

Bermula dari Tim Patroli Pos Koki Sajingan melihat 5 orang berjalan dari arah jalan tikus menuju ke wilayah indonesia kemudian didekati dan ternyata orang WNI yang diduga PMI Non Prosedural, kemudian 5 orang tersebut langsung diamankan oleh Anggota Pos Koki Sajingan Terpadu untuk dilakukan pemeriksaan, selanjutnya anggota Pos Koki Sajingan a.n Serda Aprija Alle melaporkan kejadian tersebut kepada Dan SSK 1 Koki Sajingan Terpadu a.n Kapten inf Ikhwan Hadi Putra. Terang Dansatgas
Dan SSK 1 Koki Sajingan Terpadu Kapten Inf Ikhwan Hadi Putra melaporkan kepada Dansatgas, selanjutnya Dansatgas Pamtas Yonif 645/Gty memerintahkan agar menyerahkan 5 orang WNI yang diduga PMI Non Prosedural tersebut ke Pihak Imigrasi PLBN Aruk untuk didata sesuai prosedur dan di serahkan ke kantor Imigrasi kesehatan pelabuhan kelas II Pontianak Wilker PLBN Aruk guna menjalani pengecekan protokol kesehatan terkait penanganan penyebaran Covid-19 untuk di tes Antigen dan diswab.

BACA JUGA  New Car Technology May Take The Wheel out of Human Hands

Upaya pengetatan jalur perbatasan dilakukan oleh seluruh jajaran personel Satgas Pamtas Yonif 645/Gty untuk mencegah masuknya barang illegal, Narkotika dan tindak pidana kejahatan lainnya. Setiap PMI dari Malaysia yang masuk ke Indonesia harus melalui serangkaian pemeriksaan, baik dokumen barang bawaan maupun pemeriksaan protokol kesehatan Virus Corona (COVID-19). Terang Dansatgas

BACA JUGA  TMMD ke 114, Kodim 0608/Cianjur Gelar Wawasan Kebangsaan

“Kita akan terus memperketat Jalur-Jalur Tidak Resmi (JTR)/jalur tikus perbatasan RI-MLY, berkoordinasi dengan instansi terkait yang ada diperbatasan untuk mencegah pelintas batas dan barang secara ilegal,” tegasnya Dansatgas. Tutup Dansatgas
(Pen Satgas Pamtas Yonif 645/Gty)

Share :

Baca Juga

Serba Serbi

Polwan Polres Bogor dan Bhayangkari Cabang Bogor Lakukan Bakti Sosial Dalam Rangka HUT Polwan Ke 74 dan HKGB Ke 70

Serba Serbi

Mensyukuri Kemerdekaan, PKS Kota Bogor Gelar Ziarah Kebangsaan

Serba Serbi

TMMD ke 114, Kodim 0608/Cianjur Gelar Wawasan Kebangsaan

Serba Serbi

Aksi Cepat Satgas Pamtas Yonif 711/Rks Evakuasi Balita Demam Dan Kejang-Kejang

Serba Serbi

Komisi III Sidak Pembangunan Blok I dan IV RSUD Kota Bogor

Serba Serbi

Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Karung di Sukamakmur diungkap Polres Bogor

Serba Serbi

Kantor ATR/BPN Kabupaten Kepulauan Yapen Bagikan 500 Sertifikat tanah di tahun 2022.

Serba Serbi

Sikatan Daya 2022, Tiga Skadron Tempur Lanud Iswahjudi Laksanakan Misi Operasi Udara